Saya orangnya sederhana, beda sama mantan kamu. Jadi kalau kamu benar cinta, cintai saja apa sederhananya | Email: akbarmaarief30@gmail.com
Rabu, 23 November 2016
Aku tidak mampu berbohong lagi
Hubungan jarak jauh yang menyakitkan
orang yang membahagiakanmu sementara
nikamati saja, karena suatu hari
kamu akan merindukan perhatian
yang lebih manis dari kekasihmu sekarang.” -@akhbrmrf
Sabtu, 05 November 2016
Aku telah memilihmu
Aku tau banyak di luar sana hati yang mungkin bisa saja menjadi penopang saat aku jatuh. Hati yang juga mungkin bersedia menemani sepiku. Yang bersedia bermalam larut bersamaku. Yang bersedia berbagi segala yang ia punya padaku. Tapi aku telah memilihmu.
Aku memilihmu atas apasaja resiko yang akan ku hadapi nanti.
Aku memilihmu karena aku percaya. Rasa tak pernah salah dalam mengeja. Meski ia tak selalu benar dalam memperhitungkan luka. Tak apa. Bagiku memilihmu selalu mampu memulihkan. Kau obat atas segala nyeri di sudut hati, walau kadang, tak jarang kau juga sebab rindu memagut sepi.
Aku memilihmu atas segala rasa di dada. Mengabaikan segala kalimat manusia yang melemahkanku. Aku memilih buta. Aku memilih tuli. Aku memilih tak peduli pada ejaan manusia yang hanya ingin aku tanpa kamu.
Memilihmu adalah hal yang ingin ku kenang sebagai keputusan terbaik. Meski nanti yang aku dapat tak selalu hal-hal yang baik. Tak apa. Memilihmu akan selalu menyenangkan. Meski juga menggenangkan.
Bila akhirnya apa yang aku pilih tak juga membuat pulih. Dan aku akan tetap tersenyum meski perih. Setidak aku bahagia, pernah mencintaimu, dan pernah memilihmu. Meski tak memulihkanku.
Senin, 31 Oktober 2016
Saat semua orang berlomba-lomba mengejar dunia
Saat semua orang berlomba-lomba mengejar dunia mereka. aku ingin menciptakan dunia sendiri; menikmati rasa jatuh hati padamu. tanpa perlu berlari. tanpa perlu mencari lagi.
Dikamu; aku menemukan banyak hal yang belum sempat ku cari. Hal-hal yang sederhana tapi begitu bisa membuat bahagia. Seperti senyummu, misalnya. Lengkung di bibir tipis yang manis. Dan kau tau? Setiap menatapmu; aku menyadari betapa bahagianya aku bisa mengenalmu. Mungkin, Tuhan juga lebih bahagia berhasil menciptakan makhluk sepertimu.
Untuk apa dunia jika mimpiku untuk memilikimu tak pernah dapat kau reka. Untuk apa dunia jika rindu-rindu padamu tak pernah kau eja. Untuk apa dunia jika akhirnya kisah kita tak pernah nyata. Kusingkat saja; untuk apa ada aku bila kamu tak memerlukanku?!
Dunia tak akan berarti bila kau tak juga mengerti. Aku yang merindukanmu seutuh hati. Aku yang menginginkanmu tanpa tepi. Dikamu ingin kuhabiskan segala sepi. Menikamti senja berhujan. menikmati pagi berciuman.
Saat semua orang berlomba-lomba mengejar dunia. Aku hanya ingin diam di hatimu saja. Tanpa perlu banyak bertanya; apa yang aku cari? Karena bersamamu adalah hidup dan mati.
Begini Logikanya
begini logikanya;
- aku akan menunggu hingga kau benar-benar siap. jika kau tak juga siap, mungkin aku yang akhirnya bersiap pergi.
- aku akan tetap mencintaimu, meski kau belum balas mencintaiku. ya, begitulah, setidaknya, hingga aku lelah.
- aku tak percaya cinta tak harus memiliki. hanya saja aku paham, aku harus memantaskan diri untuk bisa memilikimu.
- ,,...
aku selalu melogikakan segala hal tentang mencintaimu, meski tak ada logika yang mampu membatasi perasaanku padamu.
Jumat, 28 Oktober 2016
Sebenarnya kamu bodoh, tapi aku tetap mencintaimu
1. Kamu bodoh karena tidak mau belajar untuk melepaskan apa yang sebenarnya sudah tak kau butuhkan.
2. Kamu bahkan tak tau bagaimana rasanya berusaha untuk membuat hatimu bahagia denganku, dan tetap saja menangisi kepedihanmu. Bodoh!
3. Kamu tak pernah tau, betapa peduli dan resahnya aku saat kau merasa patah olehnya, dan kau tetap tak mau berubah. Tetap saja bersikeras.
4. Kamu juga tak peduli dengan tubuhmu yang semakin mengurus. Patah hati bisa mengurangi selera makan?! Itu bodoh.
5. Kamu selalu mengingat hal-hal yang sebenarnya sudah tak butuh kau ingat. Tapi tetap saja kau lakukan setiap saat.
6. Kamu lupa sebenarnya dia telah lama melupakanmu, dan tak pernah ingat, aku yang selalu mengingatmu.
7. Kamu bodoh, tapi aku tetap cinta!
Hingga hari ini | Akhbrmrf :') .
Hingga hari ini aku masih memilih untuk tetap menunggumu. Meski ku tahu, menunggu tak selalu menyenangkan. Aku harus siap dengan kenyataan, kalau saja nanti kau tak pernah datang untuk menetap di hatiku. Tapi tak mengapa, bukankan mencintai perihal bertaruh dengan waktu? Bukankah mencintai perihal bermain dengan kesabaran. Dan aku telah mencintaimu sesabar ini.
Hingga waktunya aku hanya ingin kau paham. Aku adalah lelaki yang jatuh terlalu dalam. Membiarkan diri membenam dalam rindu yang sendu. Ku tanamkan segala asa lewat doa-doa malamku. Sungguh, hanya denganmu aku ingin menjadi utuh. Melerai segala rapuh yang menggayut di dada.
Aku tahu, saat aku berharap, aku juga harus siap dengan luka-luka di akhir cerita. Luka-luka yang bisa saja menusuk dan mengores dada. Demi kamu, aku tak pernah takut akan apapun yang mungkin terjadi. Karena aku telah memperjuangkanmu berkali-kali. Hingga hari ini.