Mungkin tidak akan membenci. Hanya saja terlalu lelah aku membuat seseorang menjaga hatinya lagi. seperti yang aku lakukan. Aku berhenti mengejarmu. Aku lelah dengan sesuatu yang tidak pasti. Kubiarkan kamu benar-benar menjauh dari hati. Kejarlah dia yang kamu pikir lebih baik dari aku. Kejarlah dia yang membuatmu meninggalkan aku. Bagimu aku hanya orang yang terlalu mencintaimu. orang yang kamu pikir tidak pernah lelah memperjuangkanmu. Orang yang kamu pikir akan selalu ada untuk mendengar keluh kesahmu. Saat dia yang kamu kejar tak menjawab apa saja yang kamu katakan. Kamu pikir aku bisa menjadi pelampiasanmu atas kekesalanmu pada sikapnya yang tak mengacuhkanmu.
Satu kesalahan orang yang sedang dikejar; ia menganggap akan selalu dikejar dan dicintai oleh orang yang mengejarnya. Ia lupa satu hal penting, bahwa perasaan sering kali berubah. aku telah memilih mengubah perasaanku. sungguh tidak ingin lagi menjadi tempat melepas penatmu. aku punya hati dan aku juga ingin dihargai. aku ingin merasakan cinta terbalas, bukan menjadi orang yang menjadi tempat melepaskan segala susahmu. kejar saja dia yang terus berlari darimu, aku juga akan mengejar impianku dan menjauh darimu.
kalau yang kamu pilih untuk meninggalkanku ternyata tidak sehebat yang dulu kamu bayangkan, terima saja, mungkin itu hadiah dari segalanya. kamu harus sadar satu hal, terkadang orang yang kamu ingingkan adalah orang yang akan membuatmu menyesal. kamu harusnya menyadari akulah orang yag mampu melengkapi. Namun, kamu terlalu mengikuti egomu. kamu terus memujanya dan sengaja menyakitiku. aku juga bisa lelah. itulah sebabnya aku berhenti dan memilih jalan yang berbeda. aku ingin menikmati perasaan yang berbalas cinta.
Pada akhirnya, pengabaianmu adalah alasan terbaik melepaskan cinta dan perasaan ingin memilikimu. segila dan sedalam apa pun aku pernah tenggelam dulu. ada saatnya aku sanggup mengatakan kepadamu, 'bukan hati saya yang selayaknya kamu permainkan'. Saat itu cinta tak lagi buta. Dan, satu hal yang tak boleh kamu lupakan : Luka akan selalu menuju orang yang betah membuat luka. Hingga hari itu tiba padamu, terimalah segala kesakitanmu. tidak ada lagi bahuku. tidak ada lagi pelampiasanmu. nikmatilah segala luka sebagai hadiah terbaik atas apa saja yang dulu kamu lakukan dengan sesukamu.
Saya orangnya sederhana, beda sama mantan kamu. Jadi kalau kamu benar cinta, cintai saja apa sederhananya | Email: akbarmaarief30@gmail.com
Kamis, 09 Februari 2017
Senin, 30 Januari 2017
Aku Ingin Jatuh Cinta Kepadamu Setiap Waktu.
Sejauh ini kamu saja yang ingin kudekatkan pada hidupku. Tak terpikir untuk menjauh darimu. Kamu akan kubawa menghadapi hari-hari melaju bersama rencana-rencana dan penuhnya impianku. Kamu akan kukenalkan kepada bagian-bagian dari diriku yang tak pernah kukenalkan kepada orang lain. Bahkan perihal yang tak pernah kuberitahu kepada orangtuaku sendiri. Kepadamu akan kuceritakan segalanya. Hanya kamu yang kupercayai untuk kujadikan tempat berbagi. Sebab itu, teguhkanlah hatimu kepadaku. Denganku saja kamu akan meneruskan sisa hidupmu. Aku menginginkanmu memilikiku sepenuh hatimu.
Yakinkan dirimu bahwa tak ada satu orangpun yang bisa mengantimu di hatiku. Percayakan kepada dirimu, kamulah yang terbaik untukku. Aku tidak ingin jatuh cinta lagi kepada perasaan selain kepadamu. Cukup sudah perjalanan panjang yang melelahkan selama ini. Aku ingin berhenti di kamu. Aku ingin kamu hanya mencariku dalam hal apa pun. Setiap rindu dan kesepian datang akulah orang yang akan menenangkanmu. Juga jika semua hal terjadi kepadaku. Kamulah penenang segala kecemasanku. Kamu yang akan menguatkan saat lemah menyerang tubuhku. Aku yang akan meyakinkan saat letih mengurai ketabahanmu.
Jatuh cintalah kepadaku setiap waktu. Berikan aku percayamu untuk menjaga hatimu. Kuyakinkan kamu akulah seseorang yang selama ini mencarimu. Seseorang yang kamu tunggu menemukanmu. Jangan pergi kemana-mana lagi. Jangan melarikan diri dari kehidupan yang kita pilih. Sebab aku ingin tetap waras mencintaimu. Aku ingin tetap menjadikanmu satu-satunya yang kupuja penuh cinta. Abaikanlah segala goda yang membayangimu dengan banyak hal. Kita adalah usaha untuk tetap bertahan sepanjang usia. Berdoalah kepada yang mahakuasa, atas kuasanya kita adalah selamanya.
Dengan percayaku paling dalam. Aku telah memilihmu. Dan ingin jatuh cinta kepadamu setiap waktu yang kupunya. Ingin menjadikanmu seseorang yang menyatu denganku dalam segala doa dan rencana-recana. Aku ingin menjadikanmu teman paling bahagia. Kekasih hidup yang berteguh pada setia. Kita adalah janji-janji yang akan selalu kita tepati. Mendekatlah lebih dekat lagi, dekap tubuhku hingga aku lupa cara untuk pergi. Peluk aku dalam keheningnan malam. Genggam tanganku dalam gempita ruang. Biarlah waktu mengabadikan kita dalam asin dan asingnya hidup. Dalam manis dan pahitnya segala jalan yang kita hadap. Dalam doa dan puja kepada mahakuasa, kau dan aku sebutlah dengan kita sepenuh usia.
Seseorang Itu Kamu
Apa yang kita jalani hari ini tak pernah kurencanakan. Tiba-tiba saja waktu mempertemukan kita. Kamu dan aku sepakat untuk menjalin hati. Menumbuhkan perasaan. Kita belajar satu sama lain. Aku berusaha memahami sifatmu yang masih asing untukku. Begitupun kamu, yang dengan senang hati menerima duniaku. Hal yang barangkali jarang atau belum pernah kamu temui sama sekali. Kita dua orang yang tak sehobi. Aku suka hal-hal yang sepi, tidak begitu suka keramaian. Jika pun ingin menikmati waktu denganmu, aku lebih suka menghabiskan waktu berdua saja. Menikmati angin yang bertiup lembut. Atau menatap senja di ujung pantai yang tak begitu ramai. Sementara kamu lebih suka hal sebaliknya. Kamu suka hal-hal yang heboh, sesuatu yang meriah. Kamu suka tempat-tempat yang tidak membuatku nyaman sebelumnya.
Beberapa kali kita harus belajar keras saling memahami. Kamu belum paham duniaku. Aku juga tak begitu paham duniamu. Kita sempat berdebat hal-hal yang sebenarnya tak perlu kita debatkan. Tapi yang aku suka darimu, kamu mau belajar tenang. Meski kita belum menemukan pemahaman yang sama. Kamu mau belajar menerima duniaku. Itu yang membuatku juga ingin belajar memahami duniamu. Hal-hal yang tak pernah kulalui sebelumnya. Meski pada akhirnya, aku menyadari satu hal penting untuk kita. Waktu telah menautkan hati kita. Hal yang harus kamu dan aku jalani bukan tentang memahami duniaku saja, atau duniamu saja. Namun, kita harus belajar menciptakan dunia yang baru. Dunia kita.
Sebagai orang yang menekuni kegiatan tulis menulis sejak beberapa tahun lalu. Aku pernah berkeinginan punya kekasih yang sehobi denganku. Namun, Tuhan mengirimkan kamu kepadaku. Bukan orang yang berkegiatan menekuni tulis menulis. Kamu malah menekuni kegiatan masak-memasak. Ya, kamu suka memasak untuk orang-orang. Suatu hari kamu pernah berkata kepadaku. Memasak membuatmu merasa bahagia. Sama seperti aku. Menulis membuatku tidak menjadi orang gila. Sejak hari itu aku mengerti satu hal lagi. Terkadang, kita tidak butuh orang yang paham dunia kita. Orang yang sekegiatan dengan kita. Yang kita butuhkan hanyalah orang yang mau menerima dunia kita. Yang mau sama-sama belajar saling memahami. Meski sebelumnya tidak tahu apa pun satu sama lain.
Kini kita telah sepakat untuk tetap menjaga apa yang sudah kita miliki. Meski beberapa kali tetap berdebat untuk hal-hal yang belum sepenuhnya kita pahami. Tak mengapa, itu wajar saja. Selama kamu dan aku percaya satu hal. Sehebat apa pun kita berdebat, percayalah, rasa sayang yang kita punya jauh lebih besar dari itu. Hal yang harus membuat kita kembali menyadari, kita tidak boleh lama-lama merawat emosi buruk. Agar apa-apa yang kita jaga tetap terawat dan berbahagia. Dulu, aku pernah membayangkan hidup dengan seseorang yang sama-sama menulis buku. Namun kini, aku selalu membayangkan, kelak saat aku menulis buku. Ada seseorang yang menyediakan makanan untukku. Dan orang itu adalah kamu.
November 2030
Ingatan tak bertahan lama. Itulah sebab aku menulis. Agar kelak bisa mengenangmu sebagai cinta –ataupun luka.
—november 2030.
Nak, jika kau ingin tahu bagaimana cinta bekerja pada dada ayahmu, bacalah buku-buku yang ayah tulis. Mungkin beberapa terlihat memilukan. Namun, kau harus tahu. Setiap orang yang datang ke hidup kita, punya tempatnya sendiri untuk dijadikan cerita.
Lalu, jika kau tanya siapa perempuan yang aku paling sayang. Tentu, aku pasti menjawab 'perempuan yang melahirkanmu —ibumu'. Karena dialah yang akhirnya kuabadikan dengan jiwa, bukan sebatas tulisan saja.
Kau harus tahu, nak. Sebagai lelaki biasa, aku paham bagaimana caranya mencintai. Namun, beberapa perempuan tak mengerti caranya mempertahankan lelaki. Itulah mereka yang akhirnya gagal. Tersisa sebagai bagian cerita dalam catatan dan puisi —atau buku.
Sekarang percayalah. Ibumu adalah satu-satunya perempuan yang tak akan menyerah. Bagaimana pun aku, dia tetap bersamaku. Itulah yang membuatmu hadir sebagai bagian hidupku. Bacalah buku-buku yang kutulis, belajarlah, bahwa patah hati bisa juga kau nikmati tanpa menangis.
Lalu, jika kau tanya siapa perempuan yang aku paling sayang. Tentu, aku pasti menjawab 'perempuan yang melahirkanmu —ibumu'. Karena dialah yang akhirnya kuabadikan dengan jiwa, bukan sebatas tulisan saja.
Kau harus tahu, nak. Sebagai lelaki biasa, aku paham bagaimana caranya mencintai. Namun, beberapa perempuan tak mengerti caranya mempertahankan lelaki. Itulah mereka yang akhirnya gagal. Tersisa sebagai bagian cerita dalam catatan dan puisi —atau buku.
Sekarang percayalah. Ibumu adalah satu-satunya perempuan yang tak akan menyerah. Bagaimana pun aku, dia tetap bersamaku. Itulah yang membuatmu hadir sebagai bagian hidupku. Bacalah buku-buku yang kutulis, belajarlah, bahwa patah hati bisa juga kau nikmati tanpa menangis.
:)
Orang yang kau lihat kuat dan tangguh hari ini, bisa jadi pernah jatuh —dijatuhkan berkali-kali, sampai berdarah-darah di hari lalu. Tapi dia tidak menyerah. Dia memilih untuk bangkit lagi. Baginya hidup tak layak hanya untuk dihabiskan dengan menangisi. Ia kembali berjalan, bertahan dengan mengabaikan segala kesedihan.
Orang yang kau lihat mampu tertawa lepas hari ini, bisa jadi di masa lalu hatinya dipatahkan hingga ia hampir berpikir ingin mati. Namun ia sadar, hidup terlalu berharga disia-siakan demi seseorang yang bahkan tak layak lagi menempati hati. Ia kembali menempa diri, mengejar mimpi-mimpi. Tak ada yang layak ditangisi, hidup bukan hanya untuk mengenang orang-orang yang memaksa diri untuk pergi.
Orang-orang yang terlihat kuat dan mampu tertawa hari ini, bukan karena mereka benar-benar kuat dan mampu bertahan tanpa patah hati. Namun, mereka sadar, setelah ia dijatuhkan, setelah hatinya dihancurkan. Ia paham, suatu hari nanti akan ada orang yang akan menyesal telah membuatnya demikian. Ia paham hidupnya tak layak berhenti hanya karena orang-orang yang sebenarnya tak layak untuk diperjuangkan.
Orang yang kau lihat mampu tertawa lepas hari ini, bisa jadi di masa lalu hatinya dipatahkan hingga ia hampir berpikir ingin mati. Namun ia sadar, hidup terlalu berharga disia-siakan demi seseorang yang bahkan tak layak lagi menempati hati. Ia kembali menempa diri, mengejar mimpi-mimpi. Tak ada yang layak ditangisi, hidup bukan hanya untuk mengenang orang-orang yang memaksa diri untuk pergi.
Orang-orang yang terlihat kuat dan mampu tertawa hari ini, bukan karena mereka benar-benar kuat dan mampu bertahan tanpa patah hati. Namun, mereka sadar, setelah ia dijatuhkan, setelah hatinya dihancurkan. Ia paham, suatu hari nanti akan ada orang yang akan menyesal telah membuatnya demikian. Ia paham hidupnya tak layak berhenti hanya karena orang-orang yang sebenarnya tak layak untuk diperjuangkan.
Jika Terlalu Rindu.
Terlalu rindu seringkali menjelma hal-hal yang tidak biasa. Semisal tiba-tiba dihantui ketakutan akan kehilangan kamu yang berlebihan. Kalau sudah begini. Aku harus menenangkan diriku dengan lebih. Bahkan tak jarang, aku didatangi mimpi yang aneh. Yang membuatku menghela napas panjang saat terbangun. Sungguh, rindu kadang menjelma hal-hal yang menyeramkan. Namun, aku selalu ingin menenangkan diri. Aku paham, rindu yang tak terkendali bisa saja melukai hati. Bisa saja menjadi penyebab kesalahpahaman. Itulah mengapa, saat aku merindukanmu, aku ingin mengatakan secepatnya. Karena dengan begitu, setidaknya, perasaanku bisa lebih tenang. Meski rindu tak juga berkurang.
Jarak adalah satu-satunya hal yang harus kita kutuk. Namun apalah daya, kita tak pernah benar-benar bisa membuatnya seketika takluk. Aku tidak bisa berada di sampingmu saat ini juga. Saat rindu terasa semakin bergelora. Aku tak bisa menembus angin, lalu berdiri di sampingmu saat kau ingin. Kalau sudah rindu begini, aku hanya bisa mengabarimu. Atau memendam perasaanku sendiri. Dan rindu terasa semakin menyesakkan. Apalagi jika kau sibuk dengan duniamu. Kau sibuk dengan pekerjaanmu yang memang harus kau jalani pada jam tertentu. Mau tidak mau aku harus menerima. Aku tidak seharusnya menyalahkanmu. Itu bagian dari tuntutan hidupmu. Hanya saja rindu kadang membuat diri tak terkendali.
Satu hal yang aku mengerti; saat rindu sudah terlalu menumpuk di dada ini, aku hanya perlu meyakini, di sana kau juga merasakan hal yang sama. Kita hanya perlu berdoa sampai saatnya kita punya waktu berjumpa. Untuk saat ini biarkan rindu menjelma menjadi doa-doa. Menjadi energi yang menumpuk di tubuh kita. Mengajari banyak hal tentang bagaimana tabah dalam hal mencintai. Dengan begitu, kita bisa merasa lebih tenang. Percayalah, segala yang dijalani dengan tabah akan membawa kita kepada kemenangan yang indah. Tetap jaga hatimu di sana, kujaga rinduku padamu seutuhnya.
Tetaplah mengadu pada Tuhan, jika kita sudah merasa tidak tahan untuk menunda pertemuan. Sebab semua yang terasa tak akan pernah ada jika tak ada yang mengaturnya. Kita serahkan semua kepada yang mahacinta. Hanya itu yang bisa kita lakukan, saat jarak tak bisa kita bunuh seketika. Aku ingin kau mengerti, di sini aku juga sedang berjuang sepenuh hati. Sama seperti aku percaya; di sana kau juga sedang berjuang untuk mempersiapkan segala rencana yang akan kita jalani nanti. Kalau rindu datang lagi kepada kita, menumpuk dan membuat kita merasa hampir gila. Berserahlah kepada yang mahacinta, sebab tiada cinta tanpa keinginan-nya.
Kamis, 19 Januari 2017
Meski Tak Sehebat Ayahmu Aku Ingin Mengimbangimu
Mencintai perempuan tak akan pernah membuat seorang lelaki mampu menyaingi kasih sayang ayahnya. Bagaimana pun, anak perempuan tetap akan menjadikan ayah sebagai lelaki paling berharga dalam hidupnya. Itu hal yang sangat wajar. Ayah adalah lelaki pertama dan dalam waktu panjang mengenalkan banyak hal kepadanya. Tentu tak layak dibandingkan dengan seorang kekasih. Orang yang datang kemudian dalam hidup seorang perempuan. Lelaki yang belajar mengenal dan masih banyak belajar, masih banyak belum tahunya.
Aku memilihmu untuk belajar mendalami apa pun perihal kamu. Tidak mudah memang memahami perempuan. Apalagi perempuan sepertimu. Yang kedalaman hatimu masih saja belum mampu kujangkau. Yang resahmu tak selalu mampu kupekai. Aku masihlah lelaki yang sepenuh hati ingin belajar banyak hal tentang kamu. Ingin tahu bagaimana putri kecil ayahnya tumbuh seperti sekarang ini. Bagaimana perlakuan ayah kepada anak gadisnya hingga bisa menjadi kekasihku hari ini. Aku ingin memahamimu sebagai lelaki yang terus belajar. Lelaki yang tak akan pernah melebihi ayahmu. Namun berharap suatu saat bisa sehebat ayahmu bagi anak-anakku.
Perempuan yang dengan sungguh kusayangi. Bersedialah memberiku waktu memahamimu. Beri aku kesempatan lebih lama, agar mengerti bagaimana gadis kecil ayah yang dulu manja bisa menjadi perempuan dewasa. Barangkali tak banyak hal yang bisa kujanjikan kepadamu. Selain belajar tetap setia dan bekerja keras demi kebahagiaan perempuanku. Sebab, semua kepastian hanyalah milik yang mahakuasa. Kuasaku hanyalah berusaha dan menjagamu dengan doa-doa.
Aku hanyalah lelaki yang belajar untuk tumbuh lebih tinggi. Agar kelak bisa meneduhkanmu saat lelap dan terik matahari. Meski tak pernah sehebat ayahmu. Namun aku ingin selalu berusaha menjadi lelaki yang bisa mengimbangimu. Mampu mendampingimu. Juga akan terus belajar menjadi imam yang baik bagimu. Kelak, semoga niat ini dikabulkan yang mahakuasa. Menjadi lelaki yang pertama kali kamu tatap saat terbangun di pagi buta, serta lelaki yang menjagamu terlelap di malam-malam yang lama.
Langganan:
Postingan (Atom)