Selasa, 27 September 2016

Bolehkah aku berhenti memperjuangkanmu? | Akhbrmrf :')

Tidak ada yang menyenangkan berjalan dalam bayang-bayang, namun bayang-bayangmu memberiku banyak arti, dan selalu berhasil membuatku memutuskan untuk berjalan lagi. Aku begitu tahu, mencintaimu adalah sebuah kesalahan, tetapi berkali-kali kamu meyakinkan, bahwa bukan aku penyebab dari segala kehancuran. Lalu, kamu memintaku kembali dalam hidupmu, dengan label sahabat. Haruskah aku bilang, bahwa semua sikapmu membuat aku sedikit muak? Kita pernah di tahap lebih dari sahabat, lalu kaumemintaku meneruskan hubungan denganmu sebagai sahabat biasa.

Aku menggelengkan kepala dan sibuk menahan air mata. Karena semua yang kulihat selalu membuatku ingat. Kamu membekas dalam otakku dan aku juga makin tak mengerti cara untuk mengusirmu dari hatiku. Kulewati jalan-jalan panjang yang kita lewati berdua. Dan, yang muncul di kepalaku, hanyalah wajahmu yang tersenyum, yang aku lihat di spion sepeda motormu. Betapa kebahagiaam bagiku begitu sederhana, memelukmu erat di atas sepeda motormu, dan mendengarmu bercerita tentang apapun. 

Kamu ingat? Kamu bercerita mengenai apartemen yang akan dibangun di sekitar rumahmu, masterplan yang kautolak karena daerah itu tidak bagus untuk dijadikan apartemen. Aku melihatmu dari kaca spion, memelukmu erat seakan tak ada lagi hari esok, dan kamu terus merancau dengan nada sebal. Aku jatuh cinta pada caramu mengungkapkan pendapatmu, aku jatuh cinta pada caramu menatapku dengan tatapan tidak biasa, dan aku jatuh cinta setiap kali kamu tersenyum ke arahku-- sementara aku tidak mampu menyembunyikan betapa rasa cinta di dadaku kian hari kian membesar.

Perasaan ini semakin sulit untuk dipertanggungjawabkan, terutama ketika kamu sering menghilang karena berbagai alasan. Dan, aku hanya mampu menunggu dengan sabar, menatap ponsel dengan penuh harap, berharap kamu menghubungiku untuk mengajakku bertemu. Tapi, kamu tidak pernah ada, kamu tidak pernah hadir dalam hari-hari saat aku membutuhkanmu. Aku mengerti, tidak bisa aku menuntutmu segalanya, karena perempuan yang kausembunyikan ini tidak berhak untuk mengatur dan meminta apapun darimu. Namun, salahkah jika aku ingin, suatu hari nanti, aku punya hak, punya otoritas, untuk terus bersamamu? Mungkin ini gila, tapi tidak bertemu denganmu, kemudian hanya bisa memendam rindu yang membesar bisa juga membuatku merasa gila.

Sungguh, aku tidak memintamu lebih dari waktu yang bisa kamu berikan untukku. Karena aku juga paham, waktumu sudah cukup tersita dengan pekerjaan juga dengan gadis pilihanmu. Sebagai yang bukan pilihan, aku hanya mampu menatapmu dengan sabar, hingga waktu yang tepat datang, agar aku bisa memelukmu walau sesaat. Semua waktu kita, walaupun singkat, adalah waktu yang sangat berharga bagiku. Kamu tidak tahu luka yang ada saat aku memelukmu dengan erat, pelukan yang mungkin terasa begitu berlebihan. Kamu tidak tahu, rasa sakit hati yang ada, saat kita berpelukan namun kamu sibuk bercerita tentang kekasihmu. Kamu tidak tahu, saat pertama kali kamu bilang sudah punya kekasih, dan saat itu juga aku menangis sejadi-jadinya dalam pelukmu, bisakah kamu tebak apa yang ada dalam benakku? Aku merasa kamu adalah the one, sementara kamu hanya menganggapku selingkuhan.

Saat aku menangis, kamu berusaha menenangkanku, dan ada kebingungan yang nampak jelas di wajahmu. Kamu memintaku untuk berhenti menangis, namun air mataku sulit diajak kompromi. Air mataku jauh lebih memahami apa yang terjadi di dalam hatiku, sementara kamu tidak pernah paham apa yang sebenarkan aku rasakan. Pelukmu, kala itu, lebih menyakitkan daripada perpisahan apapun. Yang paling menyakitkan bagiku adalah saat kamu mengaku sangat mencintaiku, tetapi kamu tidak mungkin meninggalkan kekasihmu. Jika memang kamu sudah berdua, mengapa kamu memelukku, mengecupku, menahanku pergi seakan hanya akulah satu-satunya yang kamu miliki?

Luka itu semakin meluas, saat aku berusaha melupakanmu, namun kamu pada akhirnya selalu punya tempat di hatiku. Kamu selalu ada di tempat yang secara sukarela aku sediakan, dan aku berikan hatiku yang utuh untuk kamu patahkan berkali-kali. Semakin aku jatuh cinta padamu, semakin aku menyadari bahwa kamu tidak akan mungkin aku miliki. Bahkan, aku tidak tahu, status kita ini bisa dinamakan apa. Kamu punya kekasih, tetapi kamu sangat mencintaiku dan tidak ingin meninggalkanku, lebih anehnya lagi-- kamu tidak ingin aku pergi dari hidupmu.

Bisakah kaumembayangkan rasanya jadi aku? Yang harus terus mengalah, yang harus terus menyembunyikan air mata, yang harus bersedia disakiti berkali-kali, yang harus menutup mulutnya agar tidak mengeluh, yang kelak akan dibenci temanmu, dan segala rasa sakit yang aku rasakan-- hanya demi memperjuangkan dan mempertahankanmu? Terlalu banyak ketidakadilan yang kurasakan. Terlalu banyak kesesakan dan rasa bersalah yang menghantuiku. Aku sangat mencintaimu, sungguh, dan mengetahui tubuhmu tidak hanya dipeluk olehku adalah patah hati terbesar yang sulit dijelaskan kata-kata.

Kaumemintaku untuk menyembunyikan segalanya. Kamu ingin aku tidak terlihat seperti jatuh cinta padamu. Kamu mengaturku sesuai yang kamu mau. Hanya karena kamu tahu aku sangat mencintaimu, lalu kamu menginjak-injak perasaanku seakan mengerti bahwa aku tidak mampu melawan. Ingin rasanya aku menatapmu, dengan sisa-sisa air mata yang masih aku miliki, memberitahu seberapa dalam luka yang aku rasakan, agar kamu mulai berhenti menyakitiku.

Sayang, kamu tentu tidak akan mengerti seberapa dalam luka hati yang aku rasakan. Setiap pelukanmu, setiap kecupmu, setiap kata dari bibirmu, setiap ucapan cinta darimu, selalu berhasil membuatku memaafkanmu. Kamulah iblis yang terlihat malaikat di mataku. Kamulah penjahat yang aku bela mati-matian. Kamulah tersangka yang rela aku sembunyikan. Hingga pada akhirnya mungkin kekasihmu akan tahu dan menuduhku pecundang. Padahal, kamu tahu betul, siapa yang paling hiperaktif dalam perkenalan kita. Bukan aku. Bukan kamu. Tapi, takdir yang menggariskan kita untuk bertemu dan saling memandang. Apakah cinta tetap benar, jika dia datang di waktu yang tidak tepat?

Koko, kamu tahu seberapa besar perasaan yang aku miliki, kamu juga tahu siapa yang paling mencintaimu di sini. Lalu, jika kautahu cintaku lebih besar daripada cinta kekasihmu padamu, mengapa tetap harus aku yang mengalah? Jika kaumengerti perjuanganku untuk mempertahankanmu jauh lebih besar daripada perjuangan kekasihmu mempertahanmu, mengapa harus aku lagi yang kausembunyikan dari sorotan mata dunia? 

Yang membuat aku sedih bukan karena aku tidak memelukmu berhari-hari, namun yang membuatku sedih adalah mengapa aku tidak pernah diberi kesempatan untuk memperjuangkanmu lebih jauh lagi? Yang membuatku terluka bukan karena kamu lebih dulu punya kekasih, namun yang membuatku semakin terluka adalah kamu tidak pernah mengaku pada siapapun bahwa aku hadir dalam hidupmu. Aku tidak pernah bersedih terlalu banyak jika kita tak bertemu. Aku juga tidak marah jika harus kehilangan kamu terus. Namun, sadarkah kamu, ada perempuan yang selalu mengalah di sini, hanya untuk si tolol yang begitu dia cintai?

Beri aku kesempatan untuk berpindah, jika kamu tidak megharapkan aku dalam hidupmu. Jangan meminta aku tetap tinggal, jika pada akhirnya justru kamu yang meninggalkanku.


Untuk kamu yang menawarkan,
segala macam bualan,
yang kupikir cinta.

Senin, 19 September 2016

Yang aku perjuangkan, Yang kau abaikan :') | Akhbrmrf.


Setiap orang punya kisahnya masing-masing. Dalam kisahnya, ia harus berjuang, berdiam dan menunggu pun juga adalah bagian dari perjuangan. Menunggu. Itulah yang selama ini kulakukan, sebagai wujud dari perasaanku yang entah mengapa masih ingin memperjuangkamu.

Aku tahu, setiap malamku selalu kuisi dengan kenangan dan ingatan. Kenyataan yang kuterima, kutak ada disampingku, entah untuk menenangkan sedihku dan merangkul kesepianku. Dengan sikapmu yang tidak peka seperti itu, mengapa aku masih ingin memperjuangmu? Aku tak tahu, jadi jangan tanyakan padaku mengapa aku juga bisa mencintaimu dengan cinta yang tak benar-benar kupahami. 
 
Ketika suaramu mengalir di ujung telpon, ada perasaan rindu yang tidak benar-benar aku ungkapkan. Rindu yang kudiamkan, terlalu sibuk dalam penantian hingga berakhir pada air mata. Apakah kau tahu hal itu? Tentu tidak, kau tidak memedulikanku sedalam aku memedulikanmu. Tak ada cinta di matamu, sedalam cinta yang ku punya, aku masih ingin mempertahankan “kita” yang sebenarnya membuahkan sakit bagiku.

Kekhawatiranku, yang tak pernah kuceritakan padamu, tentu tak pernah kau pikirkan. Doaku yang kusebutkan tentu tak seperti doa yang selalu kamu ucapkan. Perbedaan ini sungguh membuatku seakan tak mengerti apa-apa. Ketakutanku membungkam segalanya. Apakah kamu pantas diperjuangkan sejauh ini? Akankah kebersamaan kita punya akhir bahagia?

Aku takut… aku takut dengan banyak hal yang diam-diam menyerang kita dari belakang. Kebersamaan kita, yang memang tak berjalan dengan mudah ini cukup membuatku lelah. Aku ingin berhenti memperjuangkanm. Aku lelah dihantui kabut hitam yang menodai pencarianku selama ini. Aku inginkan matahari, bukan mendung seperti ini.

Dimana kamu ketika aku inginkan kamu disini? Kemana larinya kamu ketika aku berjuang untuk satu-satunya mahluk yang ku piker bisa memberiku kebahagiaan nyata? Sering kali kumaafkan ketidakhadiranmu, seringkali ku maklumi kesalahanmu, dan selalu ku berikan senyum terbaik ketika sesungguhnya aku ini menangis.
Ini semua perjuangku untuk mempertahanmu, apakah sudah cukup menghilangkan ketidakpekaanmu? Inilah perjuangku, yang selama ini selalu kau abaikan. Apakah hatimu sedikit tersentuh, hingga kau ingin datang membawaku pulang?

Minggu, 31 Juli 2016

Puisi-puisi cinta | Akhbrmrf :') .

Sebelumnya gue pengen berbagi cerita melalui puisi-puisi yang mungkin bisa bikin para pecandu luka jadi bahagia..








Sekian dari puisi-puisi gue, semoga puisi yang gue bikin bisa membuat hati para pencandu luka bisa lebih bahagia dan tak lagi menangis bersedu-sedu.. Salam Rindu dari gue penulis amatir. 

Sabtu, 23 Juli 2016

Kata Romantis Patah Hati Wira Nagara #DistilasiAlkena 



Kenal dengan sosok Wira Nagara? Komika asal Purwokerto (aslinya tapi Banjarnegara) ini adalah jebolan Stand Up Comedy Indonesia (SUCI 5) akhir-akhir ini telah membuat sebuah buku dimana isinya merupakan sajak-sajak atau kalimat-kalimat atau kata-kata romantis buat orang yang sedang patah hati tentunya sesuai dengan materi yang sering dibawakannya saat sedang Stand Up.

Saya sendiri sebagai 'wong' asli purwokerto sangat suka dengan materi-materi atau tulisan-tulisan yang dibawakan Wira Nagara. Nah, dalam postingan saya akan membagikan beberapa kata-kata romantis patah hati Wira Nagara yang mana sudah terangkum di bukunya yang berjudul "Distilasi Alkena" di bawah ini:

  • Denganmu, jatuh cinta adalah patah hati paling sengaja.
  • Pahit akan tetap ada, karna manis tak selamanya setia
  • Kesalahanku, isi doaku tak pernah selain namamu!
  • Singgahlah sejenak, aku tengah merupa senja. Tertangkap matamu saja sudah cukup, tak perlu kau simpan, kelak aku akan tenggelam
  • Kumpulan cerita yang terbingkai indah dalam barisan kata.
  • Tersarung antara nikmat dan lara, lalu terhempas ke tanda tanya.
  • Selamat pagi, kau yang akhirnya aku kenang lagi
  • Sebegitu cepat kau menyayangiku, apakah sebegitu cepat juga kau melupakanku
  • Bukan kehilangan yang kita sesali, tapi terlupakan begitu cepatlah yang kita tangisi
  • Sebelum hadirnya kata kenyamanan pastikan itu cinta bukan cuma penasaran belaka.
  • Sebab kita sering melihat hati hati yang patah sebelum cinta benar benar merekah.semua itu berujung pada saling menyalahkan dan saling mencaci satu sama lain.
  • Hingga akhirnya tak ada ada lagi saling sapa akibat kegagalan menanggapi rasa.
  • Jatuh cinta tak pernah bisa di katakan biasa. Ada rindu yang jatuh di terik sepi yang lupa berteduh. Ada bosan yang selalu bertolak di tiap angan yang begitu menginginkan. Serta, ada sakit yang tak pernah membekas di tiap hati yang selalu ikhlas

Sabtu, 16 Juli 2016

Kumpulan sajak dan materi stand up wiranagara

Wira Setianagara atau biasa dipanggil Wiranagara adalah komika yang berasal dari Purwokerto yang berhasil menjadi finalis SUCI 5, walaupun akhirnya tereliminasi pada babak 10 besar. Wira memiliki ciri khas yang tidak dimiliki komika lain, yaitu bersajak dan berkata-kata puitis dalam materi stand up comedynya. Dalam postingan kali ini saya akan menuliskan beberapa sajak dan kata-kata puitis yang dibawakan oleh wira ketika melakukan stand up comedy.

Sebelumnya selamat malam, terutama buat kalian-kalian semua yang jarang diucapin selamat malam

Selamat malam Usmar Ismail
Dengan rindumu yang masih saja menyempil
Itu rindu apa upil

Selamat malam BALAI KARTINI
Banyak dibelai namun kau tak mengerti hati ini

Selamat malam Balai Kartini
Dan semua penyesalan yang masih tersisa di sini
Sakitnya juga di sini
Semua perih perih juga tersisa di sini
Di sini, di sini, kenapa?
Karena di situ kadang saya merasa sedih

Selamat malam pecinta dangdut
Hati meradang jiwa tersundut

Selamat malam Balai kartini
Terimakasih buat kalian yang dukung aku
Sehingga aku bisa berdiri kembali di sini

Saya itu paling ngga konsisten terutama tentang hobi
Dari kecil saya suka banget main layangan
Tapi gedenya ganti
Karena akhirnya aku tau sakitnya ditarik ulur…

Terus aku ganti lagi hobi
Setelah layangan aku mancing
Tapi akhirnya aku males
Karena akhirnya aku tau lelahnya menunggu…

Kemudian aku ganti lagi hobi
Sekarang musim hujan pas banget
Hobiku adalah ngangkatin jemuran
Kenapa? Karena akhirnya aku tau sakitnya digantungin…

Mitos itu bagai puisi
Menarik tapi sulit dimengerti
Kadang diceritakan hanya untuk menimbulkan halusinasi dan juga ilusi
Tapi tak masalah karena mitos hari ini kita bisa berkomunikasi

Aku hubungin dia pake TELEPATI
Telekomunikasi lewat perantara hati

Di acara dangdut tuh aku ngga bisa goyang ngga bisa nari
Gimana aku bisa goyang jika masa lalu masih menari-nari di pikiranku

Sebenernya saya mau mengajarkan menggambar
Tapi setajam saya menggoreskan warna
Sekejam itu dia goreskan luka

Kenapa semen sama pasirnya ngga dicapur pak?
Ya karena aku terlalu percaya cinta bisa menyatukan semuanya

Drama, panggung sandiwara
Dan air mata yang masih saja mendera

Untuk menolak penyakit aku tuh olahraga
Olahraga pertama lari, lari dari kenyataan
Panjat tebing, memanjat bukit harapan yang terlalu tinggi
Kemudian fitness biar kuat, biar kuat liat dia bahagia sama orang lain

Dasar semua cowo tuh semuanya kaya pisang
Punya jantung tapi ngga punya hati

Dia itu ngga bisa denger irama-irama dangdut
Karena yang dia denger cuma nada-nada perpisahan

Loh kok gambarnya kosong?
Karena indah wajahnya cerah senyumnya tak bisa terlukiskan oleh apapun

Mie ayamnya ada pak?
Habis mas
Baksonya ada?
Habis mas
Loh yang tersisa apa pak?
Yang tersisa cuma penyesalan

Gelap banget, aku takut
Jangan takut akan gelap
Percayalah cinta akan menerangi segalanya
Aku suka kamu, dia diem
Aku sayang sama kau, dia diem
Aku tuh cinta sama kamu, dia diem
Diem, diem, diem-diem nikah sama orang lain


Sayang jangan lupa makan ya
Emang kenapa kalo aku ngga makan
Ya nanti kamu sakit
Kalo aku sakit kenapa emang?
Ya kalo kamu sakit, yang nyakitin aku siapa?

Aku tuh ngga suka pake alas kaki
Kenapa?
Buat apa aku pake alas kaki kalau kau tak punya alas an untuk kita melangkah lagi

Aku nyalain rokok tapi aku tempelin aja ke dada
Sorry, aku menyalakannya dengan api cemburu

Ada yang lebih bahaya dari gendang dangdut
Gendang telinga tanpa sekalipun mendengar kabar darinya

Liat saya nih mas, perut saya buncit
Terlalu banyak menelan derita dan rasa sakit

Brewok aku ngga pernah aku cukur
Karena aku percaya sesuatu yang tumbuh kembali, rasanya tak lagi sama

Rukiyah aku pak
Biar aku bisa memuntahkan rasa
Yang selama ini bersemayam menjadi dosa

Selamat alam SAMPURNA UNIVERSITY
Dan kau yang begitu sempurna dalam hal menyakiti

Tau BANJARNEGARA ?
Banyak janji kau umbar namun kau pergi tampa bicara

RADEN SALEH
Rindu mengalir di nadi dan kau tetap tak menoleh

TEMANGGUNG
Temen tapi nanggung

PURWOKERTO
Pura-pura legowo liat kenangan yang terpampang di foto

KEDOKTERAN
Kedok teman ternyata pacaran

BISNIS
Bisikan penuh tangis

AKUNTANSI
Aku mantan yang tak perlu kau tangisi

Tau MENCANGKUL ?
Menatap cinta dalam rangkul

Skripsiku itu tentang JAMBU BIJI
Janjimu busuk bikin jiji


SMA DELAPAN BEKASI
Derap langkah tanpa harapan bekas kenangan yang ada di sisi

PURBALINGGA
Pura-pura bahagia melihat kau berpaling dan berkeluarga

Aku pake helm biar terlindungi
Biar terlindungi dari benturan masa lalu

Cinta tuh kaya pelajaran dan rumus-rumus matematika
Tiap hari kita pelajari
Tapi tiap hari juga kita ngga ngerti-ngerti

Jika rupa yang selalu membuatmu jatuh cinta
Bagaimana kau bisa mencintai Tuhan yang tanpa rupa

Aku tuh kaya selebaran iklan sedot WC di pinggir jalan
Ada tapi ngga pernah dihiraukan
Penting, tapi ngga pernah bikin bahagiamu mengiring

Selalu ada warung pecel
Untuk hati hati yang ditinggal dan kesel

Kalo kalian nanti disepik sama senior
Kalo digodain sama senior, sante aja
Terima aja cintanya setelah itu patahkan hatinya segera

Loh kok tehnya hambar?
Iya teh ini akan selamanya hambar sebelum tercelup senyumanmu

Sejatinya tiap hati itu cuma butuh tertawa
Pihak yang terluka juga
Kenapa? Karena patah hati juga layak bahagia

Selamat malam Balai Kartini
Selamat datang di SUCI 5 dalam reuni
Terimakasih atas tawa dan bahagia yang tercipta karena panggung ini
Dari awal audisi sampai satu per satu tereliminasi
Dari ribuan peserta
Sampai tinggal tersisa tiga saja
Berjuang tiap hari hadirkan tawa
Tepiskan semua perih-perih yang ada
Percayalah sebenarnya kami tak sekuat itu
Percayalah sebenarnya kami tak sehebat itu
Sebab, selalu ada hati yang miris
Di balik orang-orang humoris


Sekian post saya kali ini tentang sajak dan materi stand up Wiranagara, silahkan tinggalkan komentar di bawah. Terimakasih.

Sabtu, 09 Juli 2016

Sajak ini gue bikin buat para pencinta yang suka patah hati atau sedang jatuh hati.


Tidak perlu menunggu dewasa untuk merelakan perasaan. Contohlah anak-anak, hanya menangis untuk yang perlu ditangisi.

Asa telah melebur menjadi luka. Doa telah terkikis oleh nafsu dan prasangka.

Malam ini terasa lebih istimewa. Entah kamu yang sedang manis-manisnya atau aku yang sedang rindu-rindunya.

Dalam kesendirian, aku berjalan bersama para kenangan.

Cantikmu ibarat jalan tol baru dibuka. Mulus, tak berlubang, semuanya saling menyalip jadi yang terdepan, dan menimbulkan banyak korban.

Aku tak berani lagi bertatap mukamu, sebab yang terlukis hanyalah luka, yang membuat kita tak pernah lagi tegur sapa.

Ada tawamu tertinggal dipelantaran, membawa secerca kenangan penuh kerinduan. Memungutnya aku tak bisa, pertanda hati masih terluka.

Tergores oleh pisau, sakit hati yang sangat memukau, dan memimpikanmu membuatku mengigau.

Tak usah kita bicara rindu, jika dirimu sudah tak menaruh hati pada ku.

Jalan berkelok, aspal bergelombang. Kamu tak pernah menengok, walau aku t'lah berjuang.

Duduk menepi dengan segelas kopi sembari menanti sebuah hati yang tepat ku singgahi.


Sekian dari sajak yang gue bikin, kalo ada kata-kata yang kurang atau ada kesalahan. Tolong beritahu ya gaes...


Selamat membaca.